Valuasi Saham - Dividend Yield (1)

Pada artikel ini, kita akan bahas cara hitung nilai wajar saham dengan menggunakan metode dividen yield.



Metode ini bisa dibilang metode valuasi yang paling konservatif di banding metode valuasi saham lain nya.

Artikel ini saya ringkas ulang dari salah satu artikel yang pernah dipost oleh mentor saya - Thowilz di aplikasi MentorBaik.

Obligasi klasifikasi AAA pada tulisan ini merujuk ke Obligasi dengan jenis paling stabil.

Rumus pengukuran valuasi dengan dividend yield paling mudah adalah:

P = DIV1 / (r-g)

P = harga wajar

DIV1 = eksepktasi dividen tahun depan, dimana rumusnya adalah sebagai berikut

DIV1 = D0 (1+g)

D0 = Dividen terakhir

g = Growth

r = Tingkat ekspektasi return yang diinginkan. Jika tadi ekspektasi return kita adalah 2x return obligasi klasifikasi AAA atau atau misal target return investasi kita adalah 20%, 30%, dan lain-lain maka kita masukkan disini.


Contoh :

Pada tahun 2022, ADMF membagikan dividen sebesar Rp. 607 per lembar sahamkepada pemegang saham biasa. Anda memiliki ekspektasireturn 12,5% (asumsi2x return obligasiAAA). Anda percaya bahwa dividend ADMF dapat bertumbuh konstan sekitar 5%. Anda berencana untuk pegang saham ADMF hingga waktu yang tidak ditentukan. Berapa harga yang anda anggap wajar untuk membeli saham ADMF?

Perhitungan sesuai Studi kasus

DIV1 = 607(1+5%)

DIV1 = 637.4

P = 637.4 / (12.5%-5%)

P = 8.498

Kita tingkatkan ekspektasi return menjadi 15%

DIV1 = 607(1+5%)

DIV1 = 637,4

P = 637,4 / (15%-5%)

P = 6.373,5

Ekspektasi Return tetap tapi growth kita tingkatkan ke 7,5%

DIV1 = 607(1+7,5%)

DIV1 = 652,5

P = 652,5 / (12,5%-7,5%)

P = 13.050,5

Ekspektasi Return tetap tapi growth kita tingkatkan ke 7,5% dan asumsi dividen sekarang kita turunkan ke 500

DIV1 = 500(1+7,5%)

DIV1 = 537,5

P = 537,5 / (12,5%-7,5%)

P = 10.750


Ekspektasi dividen tahun depan juga berkorelasi dengan growth. Jadi pada kasus ADMF jika dividend 2022 sekarang adalah 607 maka dengan growth 5% diharapkan dividend 2023 menjadi 637,4

Jika growth naik 2.5% menjadi growth 7.5% maka dividend 2023 harapannya menjadi 652,5.


A/B maka A disebut sebagai pembilang

Semakin besar growth suatu emiten maka membuat semakin besar pembilang. Semakin besar pembilang maka semakin besar valuasi harga wajar yang akan didapatkan.


100/2 sama 200/2 mana yang hasilnya lebih besar?  

Ekspektasi growth ini asumsi berapa return yang diharapkan oleh investor itu, misalkan obligasi grade AAA sekarang yield 6,25% maka jika asumsi return yang kamu inginkan 2x nya maka menjadii 12,5% A/B, B disebut penyebut dalam matematika. Semakin tinggi penyebut semakin kecil nilai yang dihasilkan, semakin rendah penyebut semakin tinggi nilai yang dihasilkan 

100/2 sama 100/4 mana yang hasilnya lebih besar?


Semakin tinggi ekspektasi return kamu maka kamu membuat nilai wajar menjadi semakin kecil. 

Semakin tinggi growth emiten itu akan membuat penyebut semakin kecil dan membuat valuasi wajar semakin tinggi.

Itu kenapa untuk core stock tingkat growth dan kepastian growth menjadi hal krusial bagi saya dalam pemilihan emiten.

 

Buat yang tertarik join aplikasi MentorBaik, bisa lihat review aplikasi nya di sini ya > Review Aplikasi MentorBaik

Posting Komentar

0 Komentar