Pada artikel part 1 sebelum nya, link di sini Valuasi Saham - Dividend Yield (1), kita sudah melihat bagaimana Thowilz menjelaskan cara perhitungan nilai wajar saham dengan menggunakan metode Dividen Yield.
Pada artikel ini, kita akan coba menghitung beberapa saham yang rutin membagikan Dividen, dan melakukan proyeksi dengan beberapa asumsi.
Formula :
P = DIV1 / (r-g)
P = harga wajar
DIV1 = eksepktasi dividen tahun depan, dimana rumusnya adalah sebagai berikut
DIV1 = D0 (1+g)
D0 = Dividen terakhir
g = Growth
r = Tingkat ekspektasi return yang diinginkan. Jika tadi ekspektasi return kita adalah 2x return obligasi klasifikasi AAA atau atau misal target return investasi kita adalah 20%, 30%, dan lain-lain maka kita masukkan disini.
[Content]
1. DMAS (2024)
Asumsi pertumbuhan g = 5%
r = 10%
D0 (2024) = 12
DIV1 = 12 (1+5%)
DIV1 = 12.6
P = 12.6 / (10%-5%)
P = 252
-----------------------
Asumsi pertumbuhan g = 5%
r = 15%
D0 (2024) = 12
DIV1 = 12 (1+5%)
DIV1 = 12.6
P = 12.6 / (15%-5%)
P = 126
2. ADMF (2024)
Asumsi pertumbuhan g = 5%
r = 10%
D0 (2024) = 972
DIV1 = 972 (1+5%)
DIV1 = 1.020
P = 1.020 / (10%-5%)
P = 20.400
-----------------------
Asumsi pertumbuhan g = 5%
r = 15%
D0 (2024) = 972
DIV1 = 972 (1+5%)
DIV1 = 1.020
P = 1.020 / (15%-5%)
P = 10.200
-----------------------
3. BBCA(2024)
Asumsi pertumbuhan g = 5%
r = 10%
D0 (2024) = 227.5
DIV1 = 227.5 (1+5%)
DIV1 = 238,87
P = 238,87 / (10%-5%)
P = 4777,4
-----------------------
Asumsi pertumbuhan g = 5%
r = 15%
D0 (2024) = 227.5
DIV1 = 227.5 (1+5%)
DIV1 = 238,87
P = 238,87 / (15%-5%)
P = 2388,7
----------------------------------
Jadi kalau dilihat pada estimasi perhitungan dengan menggunakan metode Dividen Yield, kita perlu mengetahui berapa asumsi pesimis untuk return saham tersebut, dan kira - kira pertumbuhan Dividen nya di tahun berikut nya itu berapa. Dari situ baru kita akan melihat apakah harga saham saat ini sudah di bawah harga hasil perhitungan menggunakan Dividen Yield tersebut atau belum.
Dan metode ini tidak dapat serta merta digunakan sebagai alat pengambil keputusan investasi kita.
Karena dengan nature bisnis yang berbeda - beda, dan kondisi makro yang berbeda, hal itu dapat mempengaruhi perhitungan valuasi saham menggunakan metode Dividen Yield ini.
Semoga ngga malah bikin tambah bingung ya. :D

0 Komentar