Valuasi Saham - Discounted Cashflow (1)

Pada artikel ini, saya akan mencoba meringkas metode perhitungan Discounted Cash Flow yang sudah di jelaskan Influencer Saham Kevas Evander di youtube nya. 

Link youtube terkait > Discounted Cash Flow - Kevas Evander



1. Konsep DCF

Tanam Modal > Belanja Modal > Dapat Return / Profit > Belanja Modal > Dapat Return / Profit > ... > Sisa Uang (Free Cash Flow) 

Free Cash Flow ini dapat digunakan untuk Modal Kerja, Dividen, Buy Back saham, Akuisisi / Merger / Ekspansi

Free Cash Flow > Sisa uang yang dapat diambil tanpa merusak / tanpa menggangu operasional bisnis utama

Jadi kita mau menghitung / memproyeksikan Free Cash Flow di tahun - tahun berikut nya. Tahun ke-1,. ke-2, ke-3, dst.

Dari Free Cash Flow yang sudah di proyeksikan tersebut, kita akan cari nilai Present value nya.

2. Kenapa DCF alat yang powerful?

a. DCF dapat dipakai tidak hanya di saham, tapi di semua asset class yang mampu menghasilkan cash di masa depan. Contoh - obligasi, reksadana, dll.

b. Konsep yang sangat masuk akal > merupakan konsep dasar, tujuan utama untuk semua asset class / business, adalah untuk menghasilkan cash.

c. Tidak terpengaruh noise dari pasar > di pasar, harga bisa menjadi tidak rasional, beberapa indikator seperti PBV dan PER, itu nilai nya di hitung dengah salah satu faktor nya adalah harga yang di tentukan oleh Pasar.

d. Tujuan utama nya memang untuk menghitung nilai Intrinsik

3. Tetap perlu hati - hati dengan konsep DCF

a.  Sangat mengandalkan "asumsi"

b. Karena asumsi terhadap masa depan, maka besar sekali kemungkinan untuk salah

c. Sangat sensitif pada perubahan asumsi yang kita buat. Misal, asumsi pada proyeksi pertumbuhan emiten.

d. Investor Bias. Kondisi dimana kita tidak dapat melihat emiten secara objektif, dikarenakan kita sudah suka duluan dengan emiten tersebut, ataupun karena memang kita sudah ada posisi di emiten tersebut.

4. Indikator yang diperlukan untuk menghitung DCF

a. Free Cash Flow (dari Laporan Keuangan - Arus Kas, Operating Cash Flow dikurang Investing outflow) 

Sisa kas yang dihasilkan dari bisnis setelah digunakan untuk biaya ekspansi bisnis dan biaya operasional.

Free Cash Flow = Operating Cash Flow - Capital Expenditure

Operating Cash Flow > dapat ditemukan di laporan arus kas pada bagian Net Operating Cash Flow, adalah Net Arus Kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi

Capital Expenditure > Pembelian aset tetap & aset tak berwujud. Dapat ditemukan di laporan arus kas dibagian Investing Cash Flow > contoh Pembelian asset tetap, Investasi hewan ternak, dan pembelian asset tak berwujud > contoh diambil pada saham ULTJ

Tergantung bisnis dari emiten, kita perlu menghitung juga komponen tertentu yang berhubungan langsung dengan bisnis emiten. Contoh di case ULTJ, ULTJ produk utama nya adalah susu, dan penghasil susu nya adalah Sapi. Jadi kita perlu menghitung juga Investasi Hewan Ternak yang ada di bagian Laporan Arus Kas, di bagian Arus Kas pada Aktivitas Investasi 

b. Net Debt Level (dari Laporan Keuangan - Neraca, semua Utang bank dikurangin kas / setara kas)

Adalah jumlah hutang bersih setelah dikurangin dengan kas yang dimiliki.

Formula Net Debt = Total Debt - Cash

Dapat ditemukan di bagian Laporan Neraca (Balance Sheet)

Total Debt > Hutang yang sifat nya pendanaan/ pinjaman uang dan menghasilkan bunga yang harus dibayar. Bukan hutang usaha, hutang pajak, hutang dividen, kewajiban manfaat karyawan.

Total Debt dapat meliputi Hutang bank jangka pendek, hutang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahu, utang pembelian mesin, utang sewa pembiayaan, utang jangka panjang, dll. 

Cash > Di temukan di laporan neraca, Kas dan Setara Kas.

c. Share Outstanding (Jumlah lembar saham beredar, dari Stockbit)

Bisa di ambil dari Stockbit, atau dari idx.co.id > Data Pasar > Daftar Saham > Pilih kode saham

Atau bisa langsung ke link berikut = https://www.idx.co.id/id/data-pasar/data-saham/daftar-saham/

d. Growth Rate (Asumsi pertumbuhan emiten)

Next year FCF = Previous FCF * (1 + Growth Rate)

e. Discount Rate (Asumsi discount emiten)

Untuk menghitung present value dari future cashflow yang di proyeksi.

Present Value = Cash Flow Year n / (1 + discount rate) ^n

f. Terminal Rate 

Perusahaan masih akan bertumbuh lebih dari 10 tahun atau sampai selama mungkin

Terminal Value = FCF Yr10 * (1 + Terminal Growth) / (Discount Rate - Terminal Growth)



Kurang lebih seperti itu dulu teori nya ya.

Di postingan berikut nya kita akan belajar praktek langsung dengan saham nya. 

Posting Komentar

0 Komentar