Cara hitung nilai wajar saham menggunakan indikator PBV

Pada artikel sebelumnya, kita sudah melihat bagaimana cara menghitung nilai wajar sebuah saham dari indikator PER (Price Earning Ratio) - baca artikel terkait.

Selain indikator PER, banyak juga investor yang menggunakan indikator PBV (Price to Book Value) untuk menghitung nilai wajar sebuah saham.

Apabila pada indikator PER kita membandingkan harga saham dengan laba bersih yang dihasilkan perusahaan, pada indikator PBV kita akan membandingkan harga saham dengan nilai perusahaan di atas buku (Neraca).

Nilai PBV di bawah 1 sering digunakan sebagai indikasi apakah perusahaan tersebut sudah murah atau belum.

PBV biasa nya tidak digunakan untuk saham perusahaan yang sudah mature, dan dengan market cap yang besar. Hal ini dikarenakan PBV perusahaan tersebut sudah pasti di atas nilai indikator umumnya, yaitu 1. Contoh nya adalah saham - saham perusahaan pada Index LQ45 seperti BBRI, yang saat ini karena ada nya penurunan IHSG, apabila kita lihat dari sisi rata - rata PER sudah lumayan menarik (baca artikel terkait) .

 Cara hitung yang akan kita gunakan di artikel ini juga akan menggunakan rata - rata PBV dalam periode tertentu.

Untuk mendapatkan rata - rata PBV, kalian bisa coba cek ke aplikasi Stockbit.

Tampilan nya kurang lebih seperti ini :




Gambar di atas adalah PBV rata - rata untuk saham Bank BRI (BBRI) pada periode 5 tahun ke belakang.

All-Time-High nya PBV BBRI ada di atas 3.18

Untuk rata - rata PBV nya ada di sekitar 2.54

PBV saat ini, ada di 2.29

Untuk menghitung estimasi proyeksi harga nya, kita perlu melihat nilai BVPS nya BBRI.

Di tab keystat di aplikasi nya Stockbit, itu sudah tersedia :

Current Book Value Per Share : 1933.22

All-Time-High nya PBV BBRI ada di atas 3.18

= 3.18 * 1933.22

= 6147,63

 

Untuk rata - rata PBV nya ada di sekitar 2.54

= 2.54 * 1933.22

= 4910, 37 

PBV saat ini, ada di 2.29

Per tulisan ini di buat (24 Jun 2024 - 12pm), harga BBRI ada di 4430

Jadi, gimana? sudah cukup menarik kah?



Posting Komentar

0 Komentar